MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN
BAB
II
PEMBAHASAN
A. PERENCANAAN
EVALUASI
Seorang
evaluator harus dapat membuat perencanaan evaluasi dengan baik. Langkah pertama
yang perlu di lakukan dalam kegiatan
evaluasi adalah membuat perencanaan. W.James Popham (1974) mengemukakan
maksud perencanaan evaluasi adalah “to
facilitate gathering data, thereby making possible valid statements about the
effect or out comes of the program, practice, or police under study”.
Robert H.Davis
dkk. (1974) mengemukakan tiga kegunaan dari perencanan evaluasi:
1. Evaluasion
plan helps you to determine whether or not you have stated your objective in
behavioral terms. If the conditions, behavior or standards or objective have
been stated ambiguosly, you will have difficulty designing a test to measure
student achievement.
2. Evaluation
plan early in the design process is that
you will be prepared to collect the information you need when is available.
3. Evaluation
plan is that it provides sufficient time for test design. To design a good test
requires caeful preparation, and the quality of a test usually improves if it
can be designed in a leisurely fashion.
Implikasinya
adalah perencanaan evaluasi harus di rumuskan secara jelas dan spesifik,
terurai dan komprehensif sehingga
perencanaan tersebut bermakna dalam menentukan langkah-langkah
selanjutnya. Melalui tujuan tingkah laku (behavioral
objetive) atau indikator yang akan di capai, dapat mempersiapkan
pengumpulan data dan informasi yang di butuhkan serta dapat menggunakan waktu
yang tepat.
1. Analisis
Kebutuhan
Analisis
kebutuhan merupakan bagian integral dari sistem pembelajaran secara
keseluruhan. Salah satu pendekatan yang dapat di gunakan dalam melakukan
analisis kebutuhan adalah pendekatan sistem sehingga model analisisnya di sebut
analisis sistem. Langakah-langkah yang harus dilakukan dalam analisis sistem
dapat mengikuti langkah-langkah metode pemecahan masalah (problem solving method), yaitu mengindentifikasi dan
mengklarifikasi masalah, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data, analisis data
dan kesimpulan.
Analisis
kebutuhan adalah suatu proses yang di lakukan oleh seseorang untuk
mengidentifikasi kebutuhan dan menentukan skala prioritas pemecahannya.
Analisis kebutuhan merupakan alat yang tepat untuk melakukan perubahan yang
fungsional dan rasional. Roger Kaufman dan Fenwick W.English (1979)
mendeskripsikan perbandingan antara upaya pemecahan masalah secara tradisional
dengan cara yang inovatif, yaitu menggambarkan proses penyusunan rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) dalam sebuah diagram atau bagan proses yang
menujukkan posisis analisis kebutuhan.
Hal
penting yang harus dipahami oleh evaluator adalah ketika melakukan analisis
kebutuhan dalam pembelajaran hendaknya di mulai dengan peserta didik, kemudian
komponen-komponen yang terkait dengannya.
Perencanaan evaluasi dapat di tinjau degan dua
pendekatan, yaitu:
a. Pendekatan
Program Pembelajaran
Suatu program minimal
terdiri atas 3 dimensi, yaitu input, process dan output. Dalam model CIPP terdapat empat dimensi yaitu conteks, input,process and product. Evaluator
harus menyusun desain evaluasi dalam bentuk proposal, karena evaluasi sama
halnya dengan penelitian. Sebuah proposal lengkap terdiri atas 3 bagian besar
yaitu bagian pendahuluan, metodologi dan administrasi.
b. Pendekatan
Hasil Belajar
Dibagi menjadi tiga
bagian yaitu, domain hasil belajar, proses dan hasil belajar dan kompetensi.
Pendapat Norman E.Gronlund (1985) tentang langkah-langkah yang harus di tempuh
dalam perencanaan suatu tes sebagai berikut:
a.
Determine
the purpose of the test
b.
Identify
the learning outcomes to be measured by the test.
c.
Define
the learning outcomes in the terms of specific, observable behavior.
d.
Outline
the subject matter to be measured by the test.
e.
Prepare
a table of specifications.
f.
Use
the table of specifications as basis for preparing test.
2. Tujuanevaluasi
Tujuan
rumuskan seacra jelas dan tegas serta ditentukan sejak awal, karena menjadi
dasar untuk menentukan arah, ruang lingkup materi, jenis/model, dan karakter alat
penilaian. Dalam penilaian hasil belajar, ada empat kemungkinan tujuan penilaian
yaitu:
a.
Untuk memperbaiki kinerja atau proses
pembelajaran (formatif)
b.
Untuk menentukan keberhasilan peserta didik
(sumatif)
c.
Untuk mengidentifikasi kesulitan belajar
peserta didik (diagnostic)
d.
Untuk menempatkan posisi peserta didik sesuai
kemampuannya (penempatan).
3. Menyusunkisi-kisi
Kisi-kisi
adalah format pemetaan soal yang menggambarkan distribusi item untuk berbagai
topic atau pokok bahasan berdasrkan jenjang kemampuan tertentu. Fungsi kisi-kisi
adalah sebagai pedoman untuk menulis soal atau merakit soal menjadi perangkat tes.
Kisi-kisi soal disusun berdasarkan silabus setiap mata pelajaran.
Langkah-langkahpenyusunankisi-kisi:
Kisi-kisi soal yang baik harus memenuhi persyaratan
tertentu, antara lain:
a. Representative
,yaitu harus benar-benar mewakili isi kurikulum
b. Komponen-komponennyaharusteruraidanterperinci,jelas,mudahdipahami
c. Soalnyadapat
di buatsesuaidengan indicator danbentuksoal yang ditetapkan
Format
kisi-kisi soal dapat dibagi menjadi dua komponen pokok, yaitu, komponen indetitas
dan komponen matrik. Komponen indetitas di tulis di bagian atas matriks,
sedangkan komponen matrik dibuat dalam kolom dengan bentuk yang sesuai.
Komponen indetitas meliputi:
a. Jenis
jenjang sekolah
b. Jurusan/program
studi
c. Bidang
studi/ mata pelajaran
d. Tahun
pelajaran dan semester
e. Kurikulum
acuan
f. Alokasi
waktu
g. Jumlah
soal keseluruhan
h. Bentuk
soal
Komponen matrik terdiri dari:
a. Kompetensidasar
b. Materi
c. Jumlahsoal
d. Jenjangkemampuan
e. Indicator
f. Nomorurutsoal
Salah satu unsur terpenting dari komponen matrik
adalah indicator. Indicator adalah rumusan
pernyataan sebagai bentuk spesifik yang menunjukan ketercapaian kompetensi dasar
dengan menggunakan ketercapaian kompetensi dasar dengan menggunakan kata kerja operasional
(kko).
Mafaat
indicator adalah :
a.
Guru dapat memilih materi, metode, media,
sumber belajar yang tepat dan sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan.
b. Sebagaipedomandanpenganganbagi
guru untukmenyusunsoalatau instrument penilaianlain yang tepat.
Guru
perlu menentukan ruang lingkup materi pembelajaran yang hendak diukur dan perbandingannya.
Ruang lingkup harus diukur sesuai dengan silabus/ kurikulum yang digunakan agar
derajat kesesuaian dapat diperoleh secara optimal. Pada format kisi-kisi, setiap
tingkat kesukaran soal harus ditetapkan jumlah yang termasuk sukar, sedang dan mudah.
Biasanya jumlah soal sedang lebih banyak daripada jumlah soal mudah dan sukar. Sedangakan
soal mudah dan sukar sama banyaknya. Contohnya, mudah 30% ,sedang 40% dansukar
30%.
4.
Mengembangkan draft instrument
Mengembangkan
draft instrument merupakan salah satu langkah penting dalam prosedur penilaian.
Instrument penilaian dapat disusun dalam bentuk tes maupun notes. Dalam bentuk tes
berarti guru harus membuat soal. Penulisan soal adalah penjabaran indicator
menjadi pertanyaan –pertanyaan yang karakteristiknya sama dengan pedoman kisi-kisi.
Setiap pertanyan harus jelas dan terfokus serta menggunakan bahasa yang
efektif.
5. Uji
coba analisis soal
Jika
semua soal sudah disusun dengan baik, maka perlu di uji cobakan terlebih dahulu
di lapangan. Tujuannya untuk mengetahui soal-soal mana yang perlu diubah, diperbaiki,
bahkan dibuang sama sekali. Soal yang baik adalah soal yang sudah mengalami beberapa
kali uji coba revisi, yang didasarkan atas analisis empiris dan rasional.
Dalam
uji coba soal, ada beberapa yang harus diperhatikan ,yaitu:
a. Mengerjakan
petunjuk dan perintah dari penguji
b. Hasil
uji coba hendaknya diolah, diannalisis, dan diadministrasikan dengan baik Ruangan
tempat tes
c. Tata
tertip pelaksanaan tes
d. Para
pengawas tes harus mengontrol pelaksanaan tes dengan ketat.
e. Waktu
yang digunakan harus sesuai dengan banyaknya soal
f. Peserta
harus benar-benar patuh
6. Revisidanmerakitsoal
Setelah
di uji coba dan dianalisis, ada soal yang masih dapat diperbaiki darisegi bahasa,
ada juga yang harus direvisi total, baik pokok soal (stem) maupun alternative
jawaban (option). Dan ada yang harus di buang. Berdasarkan hasil revisi soal
ini, barulah perakitan soal menjadi sesuatu yang terpadu.
- PELAKSANAAN EVALUASI
Pelaksanaan evaluasi artinya bagaimana
cara melaksanakan suatu evaluasi sesuai dengan perencanan evaluasi. Pelaksanaan
evaluasi sangat bergantung pada jenis evaluasi yang digunakan .jenis evaluasi
yang digunakan akan mempengaruhi seseorang
evaluator dalam menentukan prosedur, metode, instrument, waktu pelaksanaan,
sumber data, dan sebagainya. Dalam pelaksanaan penilaian hasil belajar, guru dapat
melaksanakan tes (tes tertulis, tes lisan dan perbuatan) dan non tes (angket, obsevasi,
wawancara, studi dokumentasi, skala sikap, dan sebagainya). Dalam tes lisan,
guru harus memperhatikan tempat, suasana, komunikatif serta arahan. Dalam tes tertulis, guru juga harus memperhatikan
ruangan atau tempat tes di adakan, tata tertip, perbandingan waktu dan jumlah
soal, dan tempat duduk peserta didik.
Pelaksanaan non tes dimaksudkan untuk
mengetahui perubahan sikap dan tingkah laku peserta didik setelah mengikuti
proses pembelajaran, pendapat peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran,
kesulitan belajar, minat belajar, motivasi belajar dan mengajar dan sebagainya.
Instrument yang di gunakan di antaralain, angket, pedoman observasi, pedoman wawancara
,skala sikap, skala minat, daftar cek, dan sebagainya.
Untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi
peserta didik selain menggunakan tes pensil kertas, dapat juga menggunakan penilaian
kinerja. Guru dapat menilai hasil kerja siswa dengan cara memberikan tugas atau
proyek dan menganalisis semua hasil kerja dalam bentuk fortofolio. Guru bukan hanya
menilai kognitif tetapi juga non-kognitif seperti pengembangan diri, kreakreativitas,
dan keterampilan interpersonal.
Tujuan pelaksanaan evaluasi adalah untuk
mengumpulkan data dan informasi mengenai keseluruhan aspek kepribadian dan prestasi
belajar peserta didik yang meliputi:
1. Data
pribadi peserta didik
2. Data
kesehatan (penglihatan, pendengaran serta penyakit yang di derita)
3. Data
prestasi belajar
4. Data
tentang sikap
5. Data
tentang bakat
6. Persoalan
penyesuaian (exraculiculer)
7. Data
tentangminat
8. Data
tentangrencanadimasadepan
9. Data
tentanglatarbelakangkeluarga
Ada
kecendrungan pelaksanaan evaluasi selama ini kurang memuaskan bagi peserta didik,
antara lain:
1. Proses
evaluasi kurang memberi keuntungan bagi peserta didik
2. Penggunaan
teknik prosedur kurang tepat
3. Prinsip-prinsip
umum evaluasi kurang di pertimbangkan
4. Cakupan
evaluasi kurang memperhatikan aspek-aspek penting dari pembelajaran
Ada
beberapahal yang memungkinkan timbulnya kesalahan dalam pengumpulan data, yaitu:
1. Kurang
sempurnanya instrument evaluasi
2. Kurang
sempurnanya prosedur pelaksanaan evaluasi yang dilakukan
C. MONITORING
PELAKSANAAN EVALUASI
Dilakukan untuk
melihat apakah pelaksanaan evaluais pembeljaran telah sesuai dengan perencanaan
evaluasi yang telah di tetapkan atau belum. Tujuannya adalah untuk mencegah hal-hal negatif dan
meningkatkan efisiensi pelaksanaan evaluasi. Monitoring mempunyai dua fungsi
pokok. Pertama untuk melihat relevansi pelaksanaan evaluasi dengan perencanaan
evaluasi. Kedua, untuk melihat hal-hal apa saja yang terjadi selama pelaksanaan
evaluasi. Evaluator harus mencatat, melaporkan, dan menganalisis faktor-faktor
penyebab jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan selama evaluasi.
Untuk
melaksanakan mentoring, evaluator dapat menggunakan teknik observasi
partisipatif, wawancara atau studi dokumentasi. Evaluator harus membuat perencanaan
mentoing sehingga dapat di rumuskan tujuan, sasaran, data yang di perlukan,
alat yang di gunakan, dan pedoman analisis hasil mentoring.
D. PENGOLAHAN
DATA
Mengolah data
berati mengubah wujud data yang sudah di kumpulakan menjadi sebuah sajian data
yang sudah di kumpulkan menjadi sebuah sajian data yang menarik dan bermakna.
Data bisa berbentuk kualitatif dan kuantitatif.
Dalam pengolahan
data biasanyasering di gunakan analisis statistik. Analistik statistik
digunakan jika ada data kuantitatif,
yaitu data-data yang berbentuk angka-angka, sedangkan dta kualitatif, yaitu
data yang erbentuk kata-kata, tidak dapat diolah dengan statistik.
Ada empat
langkah pokok dalam mengolah hasil penilain, yaitu:
1. Menskor,
yaitu memberikan skor pada hasil evaluasi .
2. Mengubah
skor mentah menjadi skor standar sesuai dengan norma tertentu.
3. Mengkorversikan
skor standart ke dalam nilai, baik berupa huruf atau angka.
4. Melakukan
analisis soal untuk mengetahui derajat validitas dan reabilitas soal, tingkat
kesukaran soal dan daya pembeda.
Setelah
diolah dengan aturan-aturan tertentu, langakh selanjutnya adalah memberikan
interpretasi. Maksudnya adalah membuat pernyataan mengenai hasil pengolahan
data. Interpretasi terhadap suatu hasil evaluasi di dasarkan atas kriteria
tertentu yang disebut norma.
Ada
dua jenis penafsiran data, yaitu
1. Penafsiran
kelompok
Adalah penafsiran yang
di lakukan untuk mengetahui karakteristik kelompok berdasarkan data hasil
evaluasi. Tujuan utamanya adalah sebagai persiapan untuk melakukan penafsiran
kelompok, untuk mengetahui sifat-sifat tertentu pada suatu kelompok, dan untuk
mengadakan perbandingan antar kelompok
2. Penafsiran
individual
Adalah penafsiran yang
hanya di lakukan secara perseorangan.
Tujuan utmanya adalah untuk melihat
tigkat kesiapan peserta didik, pertumbuhan fisik, kemajuan belajar, an
kesulitan-kesulitan yang di hadapinya.
E. PELAPORAN
HASIL EVALUASI
Semua hasil
evaluasi harus di laporkan kepada berbagai pihak yang berkepentingan seperti osrang tua/wali, kepala
sekolah, pengawas, pemerintah, mitra sekolah, dan peserta didik itu sendiri
sebagai bentuk akuntabilitas publik.
Laporan kemajuan
belajar peserta didk merupakan sarana komunikasi antara sekolah, peserta didik,
dan orang tua dalam upaya mengembangkan dan menjaga hubungan kerja sama yang
harmonis di antara mereka. Untuk itu,
ada beberapa hal yang harus di perhatikan, yaitu:
1. Konsisten
dengan pelaksanaan penilaian di sekolah
2. Membuat
perincian hasil belajar peserta didik
berdasarkan kriteria yang telah di tentukan dan di kaitkan dengan penilaian
yang bermanfaat bagi pengembangan peserta didik.
3. Menjamin
orang tua akan informasi permasalahan peserta didik dalam belajar.
4. Mengandung
berbagai cara dan strategi komunikasi.
5. Memberikan
informasi yang benar, jelas, komprehensif, dan akurat.
Dalam dokumen
kurikulum berbasis kompetensi pusat kurikulum Balibang Depdiknas (2002)
menjelaskan ,”laporan kemajuan siswa dapat di kategorikan menjadi dua jenis,
yaitu laporan prestasi dalam mata pelajaran dan laporan pencapaian.
1. Laporan
prestasi mata pelajaran
Berisi informasi
tentang pencapaian kompetensi dasar yang telah di tetapkan dalam kurikulum. Isi
laporan prestasi belajar sebaiknya di sajikan secara kualitatif atau
menggabungkan antara angka dengan deskripsi.
2. Laporn
pencapaian
Merupakan laporan yang
menggambarkan kualitas pribadi peserta didik sebagai internalisasi dan
kristalisasi setelah peserta didik belajr melalui berbagai kegiatan.
F. PENGGUNAAN
HASIL EVALUASI
Prosedur
evaluasi adalah penggunaan atau pemanfaatan hasil evaluasi. Salah satu penggunaan
evaluasi adalah laporan. Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan feedback
kepada semua pihak yang terlibat dalam pembelajaran baik langsung maupun tidak
langsung.
Hasil evaluasi
dapat digunakan untuk membantu pemahaman peserta didik menjadi lebih baik,
menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik kepada orang tua, dan
membantu guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran.
Beberapa jenis
penggunaan hasil evaluasi :
1. Untuk
Keperluan Laporan Pertanggungjawaban
Banyak
pihak yang berkepentingan dengan hasil evaluasi misalnya; orang tua perlu
mengetahui kemajuan atau perkembangan hasil belajar anaknya, sehingga dapat
menentukan langkah-langkah berikutnya.
2. Untuk
Keperluan Seleksi
Asumsinya
adalah setiap awal dan akhir tahun ada peserta didik yang mau masuk sekolah dan
peserta didik yang mau menamatkan sekolah pada jenjang pendidikan tertentu.
Hasil evaluasi digunakan untuk menyeleksi, baik ketika peserta didik mau masuk
sekolah/ jenjang pendidikan, selama mengikuti program pendidikan, maupun ketika
dunia kerja.
3. Untuk
Keperluan Promosi
Peserta didik yang lulus dari jenjang pendidikan
tertentu akan diberikan ijazah atau sertifikat, sebagai bukti kelulusan.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk promosi yang diberikan setelah
dilakukan kegiatan evaluasi. Sesuai dengan prinsip peningkatan mutu pendidikan maka
kriteria peserta didik yang dinyatakan naik kelas atau lulus harus diperinci
lebih operasional.
4. Untuk
Keperluan Diagnosis
Asumsi adalah hasil evaluasi menunjukkan ada peserta
didik yang kurang mampu menguasai kompetensi sesuai dengan kriteria yang telah
ditetapkan. Guru harus mencari faktor-faktor penyebab bagi peserta didik yang
kurang mampu menguasai kompetensi tertentu, sehingga dapat diberikan bimbingan
atau pembelajaran remedial. Bagi peserta didik yang mampu menguasai kompetensi
lebih cepat dari peserta didik yang lain mereka juga berhakmendapatkan
pelayanan tindak lanjut untuk mengoptimalkan laju perkembangan meraka. Sekolah
mengharapkan menyediakan alternatif program bagi mereka yang dapat memperkaya
pengetahuan dan keterampilan di satu bidang tertentu.
5. Untuk
Memprediksi Masa Depan Perseta Didik
Hasil evaluasi perlu dianalisis oleh setiap guru
mata pelajaran. Tujuannya untuk emngetahui sikap, bakat, minat dan aspek-aspek
kepribadian lainnya dari peserta didik. Apapun hasil belajar peserta didik,
guru harus menyampaikannya pada guru bimbingan dan penyuluhan (BP) agar hasil
belajar tersebut dapat di analisis dengan dijadikan dasar untuk pengembangan
peserta didik dalam memilih jenjang pendidikan, profesi atau karir pada masa
yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar